KESESATAN DARUL ARQAM

2 comments

Anda ingin tahu dimana letak kesesatan Darul Arqam? Silahkan anda klik di sini

BERZAKAT DENGAN UANG

2 comments

muslim.or.id MENGUNDANG KITA

0 comments

Sebuah website Islam Indonesia, muslim.or.id, mengundang pemilik blog dan website Islam yang memiliki misi yang sama, yaitu menyebarkan ajaran Islam yang sesuai dengan manhaj salaf ahlussunnah wal jama’ah, untuk membentuk sebuah komunitas. Ini tentu sangat menggembirakan kita semua. Sudah saatnya saya kira. Silahkan kunjungi mereka di muslim.or.id

TERORISME BUKAN JIHAD

0 comments

Terorisme adalah perbuatan terkutuk yang tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Saat terjadi pengeboman di Riyadh, Syeikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr berkata, “Alangkah miripnya kata tadi malam dengan semalam. Sesungguhnya peristiwa pemboman dan perusakan di kota Riyadh dan senjata-senjata lain yang digunakan di kota Makkah maupun Madinah pada awal tahun ini (1424 H, sekitar tahun 2003) merupakan hasil rayuan setan yang berupa bentuk meremehkan atau berlebih-lebihan dalam beragama. Sejelek-jeleknya perbuatan yang dihiasi oleh setan adalah yang mengatakan bahwa pengeboman dan perusakan adalah bentuk jihad. Akal dan agama mana yang menyatakan membunuh jiwa, memerangi kaum muslimin, memerangi orang-orang kafir yang mengadakan perjanjian dengan kaum muslimin, membuat kekacauan, membuat wanita-wanita menjanda, menyebabkan anak-anak menjadi yatim, dan meluluhlantakkan bermacam bangunan sebagai jihad(?)”

Salah satu penyebab aksi pengeboman adalah adanya sifat ghuluw (berlebih - lebihan) dalam beragama. Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِيَّاكُمْ وَ الغُلُوَّ فِي الدِّيْنِ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِي الدِّيْنِ

“Jauhilah sikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam beragama karena penyebab hancurnya umat-umat sebelum kalian adalah karena ghuluw dalam beragama.” (HR. Al Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

ISTIGHFAR NABI

0 comments

Rasululloh adalah seorang Nabi dan Rasul yang tidak pernah bosan beristighfar. Padahal dosa - dosa nabi yang telah lalu dan yang akan datang dijamin akan diampuni Alloh Subhanahu wa ta'ala.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

“Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari)

Maka, kita sebagai umatnya, yang dosa - dosa kita begitu banyaknya, lebih layak untuk beristighfar.

MENGHORMATI PENGUASA

0 comments

Selepas maghrib, seperti biasa kami duduk – duduk di serambi masjid sambil menunggu waktu Isya’ tiba. Sambil duduk – duduk itu biasanya ustadz Abdulloh akan memberikan tambahan ilmu agama kepada kami. Topiknya berganti – ganti. Sesuai dengan kondisi yang ada saat itu. Terkadang ustad Abdulloh menjawab pertanyaan dari kami dan jawaban dari pertanyaan itu terus berkembang bahkan sampai keesokan harinya. Kadang kami membahas berita di televisi dan surat kabar dan ustadz akan mengaitkannya dengan ilmu agama Islam.
Seperti petang ini. Ketika kami duduk – duduk, tiba – tiba dua orang berbicara keras di samping kami. Mereka sedang mencela pemerintah yang menurut mereka tidak sesuai dengan keinginan mereka sebagai rakyat.
Ustadz Abdulloh tidak tinggal diam. Beliau berdiri dan mendekati kedua orang itu. Setelah mengucapkan salam, beliau menanyakan topik pembicaraan mereka barusan. Kembali mereka mengatakan ketidak puasan mereka kepada pemerintah dengan nada mencela.
“Bapak – bapak, tahukah anda berdua bahwa Islam sangat memuliakan penguasa? Umat Islam dilarang untuk mencela, menghina dan merendahkan penguasa. Pernahkah bapak – bapak mendengar hadits ini: “Para penguasa adalah naungan Alloh di muka bumi. Barangsiapa yang memuliakan penguasa, Alloh akan memuliakannya. Barangsiapa yang menghina penguasa, Alloh akan hinakan dia”. (HR. Baihaqi 17/6, as sunnah ibnu Abi Ashim 2/698.)
“Tapi bagaimana kalau penguasa merugikan kami?”, Kata mereka.
Ustadz Abdulloh terdiam sebentar.

SPEND IN CHARITY

0 comments

There are too many poor people in this world. The rich must help those who are not rich. They who cannot eat. They who have not enough money to get higher education. In the rich’s wealthy, there is a portion for the poor. The Two Sahihs recorded that the Messenger of Allah said to Sa`d bin Abi Waqqas:
“You will not spend charity with which you seek Allah's Face, but you will ascend a higher degree and status because of it, including what you put in your wife's mouth.”
Don’t wait.